Review O2O Books

Konsep Offline to Online

Kini, mengubah buku menjadi digital sangatlah mudah. Dengan O2O Books, bukumu bisa dengan cepat disulap jadi buku digital. Buku ini serupa dengan buku tulis pada umumnya, namun menawarkan keunikan apabila dipadukan dengan aplikasi O2OBooks.

O2O Books
O2O Books

Beli dimana?

O2O Books cukup mudah ditemui di toko buku besar seperti Gramedia dan TGA. Bisa juga dibeli dari toko lain dengan harga yang lebih terjangkau. Setiap buku dilengkapi dengan sticker O2O Tags.


REVIEW O2O Books

Kurang lebih teman-teman sudah tau yah bukunya seperti apa? Nah.. Saya udah nyobain ngisi buku ini sekitar 10 halaman dan ngerasain bagaimana menggunakan buku ini. Oke gak pake lama, inilah reviewnya:

Fitur Unik (skor: 5/5)

O2OBooks menyajikan fitur yang sangat menarik. Buku kita disimpan dan dibaca kapanpun dalam versi digital di tempat penyimpanan yang bersifat cloud, buku bisa kita akses kapan saja melalui aplikasi O2OBooks. Selain itu buku online ini bisa diberikan tambahan seperti: tagging (dengan cara menempelkan sticker tag pada tempat yang disedikan pada kanan bawah halaman), attachment, tanda stabilo, tulisan, sharing melalui email bahkan aplikasi chat seperti whatsapp maupun line.

Aplikasi O2OBooks berjalan dengan cukup lancar pada smartphone yang saya gunakan (Redmi 4 Prime). Sempat stopped working, tapi bisa kembali digunakan tanpa masalah. Hal utama yang bikin kurang puas adalah… Kamera dalam aplikasi ini tidak bisa di-setting, jadi hasil jepretan tidak sebagus menggunakan app camera bawaan. Hasil foto cenderung lebih gelap dan nampak berkabut.

Harga Buku (3/5)

Harga normal: Rp 15.000
Apabila membeli di olshop atau tempat selain toko buku besar, O2O Books bisa dibeli dengan harga lebih terjangkau.
Dari segi fitur, harga ini termasuk murah. Kenapa saya beri rating 3 pada harga buku ini? Penyebabnya ada di review kertas dan bleed/ghost test O2OBooks di bawah ini.

Warna, Ketebalan, Kualitas Kertas (skor: 3/5)

Warna kertas buku ini tidak putih ala hvs pada umumnya. Namun berwarna kekuningan (krem atau mirip putih gading) ala book paper, yang memanjakan mata. Ketebalan kertas hanya 70 gsm, termasuk tipis. Saat dipegang masih terasa lebih tipis dibanding hvs 70 gram. Dan sayangnya kualitas kertas masih kalah bagus dari kertas hvs biasa. Rasanya kurang worth membeli buku dengan kualitas seperti ini seharga Rp 15.000.

O2OBooks Inside

Bleed/Ghost Test (1/5)

Dari galery di bagian bawah ini, teman-teman bisa lihat tampilan aplikasi dan salah satu halaman yang saya pakai untuk bleed/ghost test. Hasilnya menurutku cukup mengecewakan. Kertas yang terlalu tipis membuatnya tidak bisa menahan tinta brush pen, gel pen, bahkan tulisan ballpoint biasa juga terlihat membayang jelas pada halaman baliknya. Hanya pensil dan pensil warna dapat ter-cover dengan baik.

Kesimpulan

Skor review rata-rata: 3/5

Tanpa aplikasi O2OBooks, buku ini masih belum sebaik buku tulis biasa. Kemampuan kertasnya untuk menahan tinta masih jauh di bawah rata-rata. Walaupun warna kertas memang enak untuk membaca, bayangan tulisan dari halaman sebelumnya tentu saja terasa mengganggu saat membaca isi buku.

Harapan saya, O2OBooks memperbaiki kualitas kertas. Kertas 70 gsm yang digunakan menurut saya ketebalannya masih lebih tipis dibanding hvs dan bookpaper 70 gsm. Semoga saja nantinya O2O ikut menerbitkan seri dotted notebook, biar bisa bikin bullet journal pake O2O 😀

Bagaimana menurut kalian? Kalau ada pendapat tuliskan di kolom komentah ya ^^


One Reply to “Review O2O Books”

  1. Infonya menarik poll… thanks gais. untuk sharingnya 😀 yang sangat mudah

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *